Wawancara Eksklusif dengan Dewi Praswida: Paus Fransiskus Junjung Rasa Toleransi Umat Beragama

Kepala negara Vatikan sekaligus pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia pada 3 6 September 2024. Bagi alumni penerima beasiswa Yayasan Nostra Aetate di Vatikan Dewi Praswida, kedatangan Paus Fransiskus sangat dinantikan. Dewi memiliki kesan rasa toleransi agama yang amat tinggi di Vatikan seperti yang terjadi di Indonesia.

Dia mengamati di Vatikan, Romo maupun Suster berseliweran memakai Collar. Dari sudut pandangnya, banyak orang Asia dan Afrika yang berjualan cinderamata di Coloseum yang mayoritas beragama Islam. Dewi kerap melihat umat Muslim yang melaksanakan salat di rerumputan tetapi tidak dipermasalahkan.

DERETAN BEASISWA PENUH 2024, Kuliah Jenjang S2 S3 ke Luar Negeri Kini Tak Lagi Pakai Biaya Apapun Lirik Sholawat Ya Robbi Sholli Ala Muhammad di dalam Kitab Al Barzanji Lengkap Arab, Latin dan Arti Syakirah Twitter Dicari dan Link 17 Video Viral Diduga Syakirah Viral Disebar di Twitter

Teks Khutbah Idul Adha 2023 yang Singkat dan Penuh Pelajaran, Tiga Ibadah yang Memuat Nilai Tawakal “Itu (sholat” gak ada yang masalahin. Jadi menurut saya bagus lah. Maksudnya di sana itu kan benar benar pusat kekristenan ya. Khususnya hari ini adalah Katolik. Tapi seperti itu gak masalah,” lanjut aktivis Gusdurian ini. Dewi Praswida gadis kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini pernah bersalaman langsung dengan Paus Fransiskus saat masih menjalankan program beasiswanya.

Dia satu di antara pemudi di dunia yang berkesempatan bertemu dengan Paus Fransiskus dan kini menjadi perbincangan di media sosial. Mbak ke Vatikan kan untuk studi ya. Bisa dijelaskan terlebih dahulu mungkin sebelum kita berbicara lebih jauh soal pertemuan dengan Paus Fransiskus? Memang di sana belajar soal apa sih Mbak?

Nah terus bagaimana caranya sampai akhirnya bisa berkesempatan bertemu sama Paus Fransiskus? Bahkan sampai salaman? Dan itu kapan Mbak mendapat kesempatannya? Bagaimana ceritanya bisa di depan kayak gitu, emang datangnya lebih awal kah?

Tapi sebenarnya untuk yang tiket itu, bagaimana Mbak untuk bisa mendapatkannya, kalau mbak kan dari beasiswa nih. Kalau misalkan orang lain yang ingin bertemu itu seperti apa caranya? Waktu pas Mbak nikah itu kan ada kiriman bunga dari Vatikan katanya. Bagaimana sih ceritanya sampai bisa menjalin kedekatan seperti itu, sampai pas nikah juga masih, oh ini nih yang pernah salaman sama Paus gitu ya? Kita balik lagi nih, waktu pas di Vatikan, itu suasananya gimana sih mbak? Kan mbak ini sebagai seorang muslim ya, terus berhijab juga gitu. Jadi kan agak sedikit mencolok gitu ya. Tapi gimana sih rasanya pengalamannya waktu di sana?

Ternyata sangat toleran sekali ya gitu ya. Di sini aja kayaknya kalau misalkan kita salat di tengah tengah gitu, memang agak diliatin. Kalau di sana enggak ya mbak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *