Sering Konsumsi Daging Merah Tingkatkan Risiko Diabetes, Benarkah? Begini Kata Dokter

Mencegah diabetes melitus dengan menerapkan pola hidup sehat sudah seharusnya dilakukan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah diaetes melitus adalah menjaga asupan makan. Namun beredar kabar jika makan daging merah tingkatkan risiko diabetes, benarkah?

Terkait hal ini, Dokter spesialis penyakit dalam Dr. dr. Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD KEMD, FINASIM pun bagikan penjelasan. Menurut dr Soebagijo tidak ada kaitan langsung konsumsi daging merah bisa sebabkan diabetes. Hanya saja mengonsumsi daging yang berlemak, memang bisa meningkatkan risiko.

"Tapi yang jelas kalau mengonsumsi daging berlemak, itu akan meningkatkan risiko. Daging berlemak akan menyebabkan obesitas," ungkapnya pada media briefing virtual, Sabtu (18/11/2023). Sering Konsumsi Daging Merah Tingkatkan Risiko Diabetes, Benarkah? Begini Kata Dokter Konsumsi Dua Porsi Daging Merah Setiap Minggu Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Benarkah Sering Mencuci Wajah Tingkatkan Risiko Munculnya Keriput? Ini Kata Dokter Sering Tambahkan Garam ke Makanan Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2 Sering Konsumsi Makanan Tidak Sehat Tingkatkan Risiko Asam Urat, Berikut 3 Faktor Risiko Lainnya

Konsumsi Makanan dan Minuman Tinggi Kandungan Gula Tingkatkan Risiko Obesitas dan Diabetes pada Anak Jika seseorang mengalami obesitas, maka risiko terkena diabetes bisa meningkat berkalipat lipat. Lebih lanjut, dr Soebagijo pun ungkap diet apa yang disarankan bagi penderita diabetes.

Pada dasarnya, diet pada pasien diabetes bisa berubah dan menyesuaikan dengan munculnya komplikasi. "Seperti pasien dengan komplikasi ginjal, dietnya berbeda dengan yang tidak. Karena sudah ada komplikasi tidak boleh banyak protein. Terbebani ginjalnya," jelasnya. Namun secara umum, diet pasien diabetes adalah menghindari karbohidrat yang tinggi akan gula.

Kemudian diperbanyak dengan makanan yang tinggi serat hingga sayuran. "Lemak juga harus dikurangi. Ahli gizi biasanya bisa menghitung berdasarkan berat badan kita. Obesitas atau tidak. karbhodirat sekian, protein sekian, itu bisa dihitung, kita bisa menyarankan sehat seperti apa," tutupnya. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *