Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 SD Halaman 178 179 180 181 Subtema 3 Pembelajaran 4 Buku Tematik

Simak soal beserta Kuci Jawaban Tema 9 Kelas 6 SD Halaman 178 179 180 181 Subtema 3 Pembelajaran 4 Buku Tematik Kurikulum 2013 dalam artikel berikut ini. Dalam Buku Tematik Tema 9 Kelas 6 SD terdapat 3 Subtema. Subtema 1 dalam Buku Tematik Tema 9 Kelas 6 SD adalah Keteraturan yang Menakjubkan.

Untuk Subtema 2 adalah Benda Angkasa dan Rahasianya. Terakhir, Subtema 3 adalah Tokoh Penjelajah Ruang Angkasa. Pembelajaran 4 terdapat dalam Subtema 3 halaman172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183.

Rumah Warga di Polokarto Sukoharjo Kebakaran, Penghuni Merasa Kepanasan saat Tidur Contoh Kunci Jawaban Post Test Modul 3 Topik 8 Disiplin Positif, Apasaja Lima Posisi Kontrol Guru? Gardu Listrik Terbakar, Penghuni Kos Berhamburan Setelah Dengar Ledakan

Asyik Ditinggal Tidur di Masjid, Motor dan HP Milik Warga Digondol Maling, Pelaku Berhasil Ditangkap Lirik Syiir Walisongo, Sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim Surya.co.id Rumah Daman Warga Blora Ludes Terbakar, Sempat Mati Listrik Sebelumnya

Syakirah Twitter Dicari dan Link 17 Video Viral Diduga Syakirah Viral Disebar di Twitter Kreeeng – Kriing Kreeng! Bunyi bel sepeda milik Ayah. Di depan rumah, Ayah sudah bersiap siap untuk berangkat kerja. Seperti biasa pula Ayah akan mengajak Dindin berangkat bersama. Tempat kerja Ayah terletak tepat di depan sekolah Dindin. Akan tetapi akhir akhir ini sikap Dindin agak berbeda. Ia sepertinya malas berangkat bersama Ayah. Dindin pura pura sibuk mencari buku tulisnya.

“Dindin, ayo kita berangkat sekarang!” panggil Ayah dari depan. “Aku mencari buku catatanku dulu, Ayah! Aku lupa meletakkannya. Ayah berangkat saja dulu. Dindin jalan kaki saja,” jawab Dindin dari dalam kamarnya. Begitu melihat Ayahnya berangkat, Dindin bergegas keluar kamar dan langsung berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Sebenarnya Dindin senang berangkat bersama ayahnya ke sekolah. Hanya saja ada yang membuatnya gelisah. Beberapa teman sekelasnya mulai mengolok olok sepeda milik ayahnya. Menurut mereka, sepeda Ayah sudah kuno dan ketinggalan zaman.

Ayah memang pernah bercerita bahwa sepeda Ayah memang sepeda yang dibuat pada zaman Belanda dulu. Sudah sangat tua. Orang orang menyebutnya sepeda ontel. Sepeda ini terbuat dari rangka besi yang kuat dan tinggi. Ayah sangat sayang dengan sepeda itu, bahkan sangat bangga. Setiap hari sepeda itu dirawat dan diperiksa dengan teliti. Ayah bahkan memberinya nama sendiri: Srikandi. Siang itu, Dindin pulang sekolah dengan berjalan kaki menyusuri jalan yang sepi. Panasnya matahari membuat Dindin merasa kelelahan. Ia lupa membawa botol air minumnya. Dindin merasa kehausan, dan tiba tiba kepalanya pening, matanya berkunang kunang, keringatnya bercucuran. Dindin merasa hendak pingsan. Tiba tiba terdengar suara bel sepeda dari belakang. Kriiing kreeng kriiing kreeng! Itu suara sepeda ayahnya,

“Din, ayo cepat naik. Kamu pucat sekali! Kamu pasti dehidrasi,” perintah Ayah. Walaupun Dindin merasa segan naik sepeda ayahnya, tetapi ia merasa tidak punya banyak pilihan. Dindin menurut. Ia pulang dibonceng ayahnya. “Ini sepeda peninggalan kakekmu, Din,” kata Ayah ketika Dindin meminta penjelasan mengapa ayahnya sayang sekali dengan sepeda ontel tua itu. Dindin sudah terlihat lebih segar setelah minum cukup air, dan merebahkan dirinya di kursi ruang tengah. Dindin memang tak sabar ingin bertanya soal itu. “Kakek juga sangat sayang dengan sepeda ini, Din. Dan waktu itu Ayah memang berjanji akan merawat sepeda peninggalan ini dengan baik, jika Kakek meninggal, ”jelas Ayah.“ Ayah tahu kamu malu dibonceng Ayah dengan sepeda itu, kan? Kamu harus tahu, sepeda itu kini harganya sangat mahal, Din. Para pencinta sepeda antik menghargainya dengan harga yang tinggi. Tetapi Ayah tidak akan membiarkan sepeda itu dijual. Jadi, Ayah juga berharap, suatu saat nanti Dindin yang akan merawat sepeda itu,“ jelas Ayah panjang lebar.

Dindin tertunduk. Sepeda itu ternyata sangat berharga bagi ayahnya. Dan hari ini sepeda itu menolong Dindin segera mendapatkan pertolongan. Ah, aku harus minta maaf kepada ayahnya. “Maafkan Dindin, Yah. Dindin berjanji akan belajar merawat sepeda Ayah baik baik sebagai ucapan terima kasih Dindin karena sepeda ini telah menolong Dindin hari ini,” kata Dindin kepada ayahnya. Sebuah cerita dapat memiliki persamaan dan perbedaan dengan pengalaman pribadimu atau dari film yang pernah kamu tonton. Setelah membaca cerita di atas, lakukanlah kegiatan berikut.

Gunakan diagram di bawah ini untuk melengkapi keterangan tentang cerita fiksi di atas. Tuliskan bagian yag paling kamu sukai dari cerita fiksi di atas dalam tulisan satu paragraf. Jelaskan alasan kamu menyukainya. Jelaskanlah persamaan dan perbedaan cerita tersebut dengan peristiwa yang pernah kamu alami atau yang pernah kamu tonton dari sebuah film. Gunakan diagram venn berikut sebagai bantuanmu. Tuliskan pokok pikiran yang ada di dalam cerita fiksi pada bagian cerita fiksi. Tuliskan pokok pikiran dari pengalamanmu atau dari film yang ditonton pada bagian yang lain.

Tuliskan kesamaan antara keduanya di bagian tengah diagram venn. Judul: Sepeda Ontel Warisan Kakek Penulis: Yoga T. Kriiing

Bagian yang paling disukai dari cerita fiksi diatas: Sepeda ontel ayang Dindin berhasil menyelamatkannya yang hampir pingsan dari kelelahan berjalan karena lupa membawa botol air minumnya. Cerita fiksi:

Sepeda ontel itu kini harganya sangat mahal. Para pencinta sepeda antik menghargainya dengan harga yang tinggi. Tetapi Ayah tidak akan membiarkan sepeda itu dijual. Jadi, Ayah juga berharap, suatu saat nanti Dindin yang akan merawat sepeda itu. Pengalaman: Harga sepeda ontel saat ini memang mahal. Kolektor barang antik pasti mengincar sepeda ontel yang masih terawat dan bisa berfungsi. Banyak orang yang kemudian menjual sepeda ontelnya kepada kolektor barang antik dengan harga mahal karena dianggap menguntungkan.

C. Berdasarkan diagram venn di atas, jelaskan dan tuliskan dalam satu paragraf perbedaan dan persamaan antar cerita fiksi dan pengalaman pribadi atau fim yang pernah ditonton di tempat yang tersedia di bawah ini. Persamaan: Sepeda ontel merupakan barang antik Perbedaan : Ayah tidak mau menjual sepeda ontel miliknya karena itu merupakan warisan dari kakek Dindin, namun pada pengelamanku banyak orang ingin menjual sepeda ontelnya karena dianggap menguntungkan.

Pada cerita fiksi sepeda ontel sangat mahal dan tinggi namun ayah Dindin tidak menjualnya karena merupakan peninggalan dari kakek. Sedangkan pada pengalaman pribadi sepeda ontel tersebut dijual oleh ayah karena harganya yang sangat tinggi. D. Gambarkanlah persamaan dan perbedaan tersebut dengan menggunakan tempat yang tersedia di bawah ini. E. Presentasikan persamaan dan perbedaan itu dengan menggunakan gambar yang kamu buat dengan percaya diri.

Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak. Soal di atas sebagian besar berupa pertanyaan terbuka. Artinya, ada beberapa jawaban alternatif lainnya yang tidak terpaku seperti di atas.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *