Banjir Sudah Sebulan, KLHK Didesak Turun Cek DAS Kapuas

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) didesak segera meninjau kondisi daerah aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Penyebabnya, banjir akibat luapan sungai itu yang terus bertahan sebulan terakhir.

Banjir tersebar di Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, Sanggau, Ketapang sampai Mempawah. “Apa pemicu banjir di kawasan tersebut, apakah karena sungai yang mendangkal, kondisi hutan di sepanjang DAS Kapuas?” kata Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalbar 1, Daniel Johan, saat dihubungi di Pontianak, Sabtu 13 November 2021.

Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi banjir yang terjadi di Kalimantan Barat. Intensitas hujan yang tinggi seperti yang sudah diingatkan BMKG sejak awal membuat debit sungai meluap. Dia memperkirakan pula banyak infrastruktur yang rusak dan terputus karena banjir panjang ini.

“Tapi saat ini yang utama dilakukan adalah segera membantu warga terdampak terutama mengenai logistik kebutuhan sehari-sehari dan kesehatan,” ujar dia.

Di Kapuas Hulu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunawan mengatakan banjir yang terjadi sejak 4 November lalu telah meluas di sembilan kecamatan. Per Jumat 12 November, sebanyak 3.808 rumah didatanya telah terendam dan 20.113 jiwa warga yang terdampak.

“Ketinggian air mencapai satu hingga tiga meter lebih,” katanya kepada ANTARA, di Putussibau Kapuas Hulu, Jumat.

Menurut dia, banjir meluas karena curah hujan tinggi pada Jumat. Debit air banjir disebutnya datang dari Sungai Kapuas dan sejumlah anak sungainya. Masyarakat dimintanya waspada dan selalu mengutamakan keselamatan.

Dari informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, hujan lebat masih mungkin Kalimantan Barat pada hari ini, Sabtu 13 November 2021. Begitu pula dengan potensi banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.